17 Pencari Kerja Warga Metro Tertipu Rp. 431 juta oleh Penyalur TKI Abal-abal

17 Pencari Kerja Warga Metro Tertipu Rp. 431 juta oleh Penyalur TKI Abal-abal

Warga Metro dan sekitarnya dan masyarakat Lampung, harap berhati-hati dengan modus penyalur TKI abal-abal. Jangan sampai apa yang dialami Anton Wahono (36) dkk. menimpa Anda atau keluarga.

Dengan niat ingin memperbaiki ekonomi keluarga dan merantau bekerja di Jepang, Anton Wahono dan para calon TKI lain yang jumlahnya mencapai 17 orang tertipu oleh Muhammad Fiqri, tersangka perekrut calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) abal-abal.

Muhammad Fiqri menjanjikan kepada para calon TKI sanggup menyalurkan mereka untuk bekerja di Jepang dan Taiwan. Setiap calon diwajibkan membayar biaya perekrutan Rp. 63 juta. Dari 17 korban, uang yang sudah masuk ke rekening BCA tersangka sebanyak Rp 431 juta.

Saat ditemui di Polsek Metro Timur, para calon TKI tersebut menceritakan kronologi penipuan tersebut berawal saat mereka berkenalan dengan Muhammad Fiqri. Anton Wahono mengenal Fiqri setelah dikenalkan seorang tetangganya.

Sang tetangganya mengabarkan bahwa Muhammad Fiqri masih bekerja di Jepang, dengan paspor kunjungan.

“Dari situ awalnya. Terus, saya ditawari mau enggak berangkat. Dia bisa urus. Ya saya mau. Syaratnya bayar uang Rp 63 juta. Semuanya diurus, cuma terima beres saja. Itu janjinya,” kenang warga Desa Marga Mulya, Bumi Agung, Lampung Timur (Lamtim) itu, Jumat (26/8/2016).

Tertarik dengan tawaran tersebut, Anton meminjam uang dari beberapa kerabat dan keluarga. Anton pun membayar syarat Rp 63 juta dengan cara mencicil.

“Itu saya cicil sampai akhirnya lunas bulan Maret. Habis itu disuruh menunggu. Saya tanya lagi kapan berangkat. Akhirnya sekitar bulan Mei, saya bersama Sigit dan satu orang lagi, dibawa ke Jakarta,” tuturnya, Jumat.

Sampai di Jakarta, Anton dan dua korban lainnya ditempatkan di rumah kontrakan di kawasan Cijantung. Paspor dan dokumen lainnya telah disiapkan Fiqri. Ketiganya pun disuruh menunggu.

Awalnya, bapak satu anak itu tidak merasa ada yang ganjil. Namun setelah tinggal di kontrakan hampir sebulan tanpa ada satu pihak yang menyambangi, kecurigaan para korban telah ditipu kian menguat.

Nggak ada apa-apa. Ketemu pun enggak pernah. Cuma hubungan lewat telepon saja. Jadi, kerja kami itu cuma makan tidur saja. Kami lontang-lantung enggak ada kerjaan. Cuma menunggu,” imbuhnya.

Biaya makan selama di Jakarta, menurut Anton, berasal dari kantong pribadi.

“Setelah dua minggu menunggu, kami mengirit. Sampai kami makan itu cuma sekali sehari. Karena, uang akhirnya mau habis,” katanya.

Merasa tertipu, ketiga korban akhirnya memutuskan kembali ke Lampung. Mereka menemui Fiqri untuk meminta pertanggungjawaban, atas biaya administrasi yang telah dikeluarkan. Fiqri menyanggupi untuk mengembalikan.

“Tapi ternyata, enggak dipulang-pulangin juga uangnya,” ungkap Anton yang akhirnya memutuskan untuk melaporkan Fiqri ke Polsek Metro Timur atas kasus penipuan.

Atas kasus ini, Muhammad Fiqri telah diamankan oleh Polsek Metro Timur. Namun, Anton kini bingung karena terlilit utang puluhan juta pada keluarga dan kerabatnya.

Kantor Penyalur TKI Abal-abal

Kantor Penyalur TKI Abal-abal

Sementara itu, saat diinterogasi tersangka Muhammad Fiqri menjelaskan bahwa dia memiliki hubungan dengan jaringan pemasok TKI internasional dan berniat menolong para pencari kerja.

“Kalau saya itu niatnya ibadah. Membantu orang yang mau kerja. Yang jelas, kami berangkatkan mereka. Itu pakai visa kunjungan (visa turis). Visa kunjungan kan tidak ilegal,” akunya di Polsek Metro Timur.

Namun saat ditanya perbedaan visa kunjungan dan visa kerja, Fiqri cuma menjawab bahwa para korban tahu akan berangkat ke luar negeri menggunakan visa turis. Sementara, Fiqri hanya membantu manajemen proses pemberangkatan.

“Saya itu cuma bantu. Ada bos saya juga di Jakarta. Yang di Jepang juga sudah ada yang urus. Ada broker yang cariin kerja. Ya semua orang kami. Orang Indonesia semua. Saya cuma bantu orang berangkat saja,” ungkapnya.

Dari kasus ini, warga Metro dan sekitarnya harap berhati-hati dan tidak mudah tergiur oleh janji atau bantuan yang ditawarkan oleh orang yang mengaku mampu menyalurkan TKI ke luar negeri. Pentingnya untuk waspada serta cek dan ricek keabsyahan legalitas dan akreditasi perusahaan penyalur TKI.

sumber: tribunlampung/gambar TKI ilustrasi

Save



Dibaca 1445 x
Please Share:
Previous Rachel, Yatim Piatu yang Membius para Juri TVKI dengan Suara Emasnya
Next Khutbah Idul Adha 1437 H: Meneladani Hikmah Do'a Nabi Ibrahim AS

You might also like

Kabar Kota Metro

Waduk Air Dam Raman, Potensi Wisata Alam yang Masih Terabaikan

Waduk Dam Raman atau dikenal dengan Wisata Alam Dam Raman terletak di wilayah Kelurahan Purwoasri, Metro Utara, Kota Metro. Potensi wisata air di waduk ini terbentang luas menciptakan panorama alam

Kabar Kota Metro

Video Detik-detik Pairin, Walkot Metro, Tumbang Saat Pimpin Upacara HUT RI 71

Insiden Wali Kota Metro, Achmad Pairin, yang tumbang dan hampir pingsan saat memimpin upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-71 di Stadion 24 Tejosari, Metro Timur, Lampung, Rabu meramaikan berita hari

Kabar Kota Metro

Kemeriahan dan Kekhidmatan Shalat Ied 1437 H di Masjid Taqwa Kota Metro

Ribuan umat Islam dari berbagai sudut Kota Metro memadati Masjid Taqwa Kota Metro, Rabu (6/7) sejak pukul 06.00 jamaah dari berbagai tempat sudah ramai mendatangi Masjid terbesar dan menjadi ikon

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!