Agar Publik Dapat Mengawasi Proyek, Kementrian PUPR Meluncurkan PUPR TV

Agar Publik Dapat Mengawasi Proyek, Kementrian PUPR Meluncurkan PUPR TV

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meluncurkan akun media sosial dan televisi. Masyarakat kini bisa memantau perkembangan infrastruktur di Indonesia melalui media sosial dan televisi tersebut.

“PUPR TV disiapkan bukan untuk iklan atau kampanye. Tapi untuk melaporkan kegiatan dan capaian yang sudah kita lakukan. Dengan itulah kita sudah melakukan pelayanan informasi kepada masyarakat,” tegas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/4/2017).

PUPR TV dapat diakses pada link url: itv.pu.go.id. Konten PUPR TV antara lain berisi dokumentasi audio visual kegiatan Kementerian PUPR, Iklan Layanan Masyarakat, dan Infografis.

Selain PUPR TV, Kementerian PUPR saat ini telah mengelola beberapa akun resmi media sosial yaitu Facebook, Twitter, Instagram dan Youtube. Dari beberapa bulan terakhir, jumlah likers, follower dan subscribe akun media sosial Kementerian PUPR telah meningkat empat kali lipat.

Hal tersebut menunjukan bahwa informasi mengenai kebijakan, program, dan capaian pembangunan infrastruktur bidang PUPR sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Adapun akun resmi media sosial Kementerian PUPR:

1. Facebook : Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI
2. Twitter : @kemenPU
3. Instagram: @kemenpupr
4. Youtube : KemenPU

Acara peluncuran tersebut digelar di Auditorium PUPR, Jakarta, Senin (3/4/2017). Acara ini dihadiri Sekjen PUPR Anita Firmanti, Irjen PUPR Rildo Ananda Anwar, Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo, Dirjen Penyediaan Perumahan Syarif Burhanudin, Dirjen Pembiayaan Perumahan Lana Winayati, Dirjen Bina Konstruksi Yusid Toyib, Kepala BPIW Rido Matari Ichwan, pejabat di lingkungan PUPR, serta para mahasiswa, media dan insan blogger.

Dalam acara tersebut Basuki juga membuka acara bedah buku ‘Catatan Najwa’ dengan narasumber Najwa Shihab, presenter sekaligus penulis buku. Dalam sambutannya Basuki mengajak para pegawai di lingkungan PUPR dan para mahasiswa untuk menanamkan minat baca sejak dini.

Ajakan Basuki ini didasari oleh hasil penelitian yang menyatakan bahwa dari 61 negara yang disurvei, Indonesia menempati urutan ke-60 sebagai negara yang masyarakatnya kurang memiliki minat untuk membaca.

“Membaca buku bisa dilakukan saat menuju ke kantor dan saat perjalanan dinas ke daerah. Mari kita biasakan membaca buku. Baca, baca, dan baca,” ujar Basuki.

Sementara itu dalam catatannya, Najwa Shihab menjelaskan bahwa dari suatu penelitian, membaca buku selain untuk mendapatkan informasi juga dapat memperpanjang umur, membuat bahagia dan mencegah pikun, termasuk membuat keluasan hati dan lebih berkualitas.

“Rasa minat membaca bisa dikenalkan sejak kecil dengan terbiasa membeli buku dan dimulai dari hal-hal yang menjadi hobi masing-masing. Luangkan waktu minimal 20 menit sehari untuk membaca. Atau mencicil baca buku lima menit di pagi hari, lima menit di siang hari, lima menit di sore hari dan lima menit di malam hari,” ajak Najwa.

Sebagai Duta Baca, Najwa juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk dapat membantu anak-anak di seluruh pelosok negeri agar memiliki akses memperoleh buku-buku bacaan. Sebenarnya minat baca anak-anak di daerah pelosok sangat tinggi, namun terkendala dengan minimnya bahan bacaan yang dapat mereka peroleh.

“Telah banyak upaya yang dilakukan oleh teman-teman komunitas di daerah untuk mengajak anak-anak mencintai buku dan gemar membaca buku. Namun upaya ini masih kurang dan tetap memerlukan dukungan dari berbagai pihak terutama dalam hal menyediakan buku-buku yang menarik dan bermanfaat buat anak-anak di daerah,” tutur Najwa.

Dalam rangka mengembangkan minat baca bagi karyawan Kementerian PUPR, saat ini juga telah dikembangkan perpustakaan yang sangat representatif dan mempunyai banyak koleksi buku terkait dengan penyelenggaraan infrastruktur PUPR. Perpustakaan PUPR dikemas dengan menarik agar pembaca nyaman berada di perpustakaan yang mempunyai koleksi buku berjumlah lebih dari 8.200 buku baik bidang PUPR (Sumber Daya Air, Konstruksi, Bina Marga, Cipta Karya, Perumahan) maupun koleksi umum lainnya.

Koleksi lain dari Perpustakaan Kementerian PUPR adalah koleksi peta, audio visual, dan hasil penelitian. Perpustakaan PUPR bukan hanya untuk pegawai PUPR, tapi juga dapat diakses oleh para peneliti, akademisi, dan umum. Saat ini juga sedang dikembangkan perpustakaan digital yang dapat diakses secara online. (Detik.com)



Dibaca 356 x
Please Share:
Previous Nasib Alquran; Dana Pengadaannya Dikorup, Istilah "Juz"nya Jadi Kode Korupsi
Next Jenis Pohon Ini Sangat Efektif untuk Mendinginkan Ruangan Disaat Kemarau

You might also like

Pendidikan

Ini Dia Cara Mudah untuk Cek Kampus yang Diakui dan Terdaftar di Kemristekdikti

Akhir-akhir ini banyak mahasiswa atau calon mahasiswa yang tertipu oleh kampus abal-abal. Sudah kuliah mahal-mahal, menguras biaya dan energi; tapi saat sudah lulus dan melamar kerja, terutama saat mendaftar untuk

Sosial

Inilah Alasan Mengapa Hacker Tega Meretas Situs Telkomsel

Telkomsel ditengarai memeras pelanggan dengan memberlakukan tarif mahal! Maka dari itu, pagi ini (28/4/2017), website Telkomsel diretas, dan sang hacker ‘curhat’ soal mahalnya harga kuota internet Telkomsel tersebut. Tapi apakah

Ekonomi

Memahami Tali Temali antara Sudirman Said, JK dan Mafia Migas

Keterlibatan Dirman dan para kolega bisnisnya di Freeport bermula dari masa transisi kekuasaan SBY ke Jokowi (pada saat itu sudah ada Presiden/ Wapres terpilih). September 2014, saat kunjungan terakhir SBY

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!