Bandara Raden Inten II Lampung Naik Kelas jadi Badan Layanan Umum

Bandara Raden Inten II Lampung Naik Kelas jadi Badan Layanan Umum

Saat ini Kementerian Perhubungan sedang mempersiapkan 15 bandara udara di Indonesia, termasuk Bandara Radin Inten II, untuk dijadikan badan layanan umum (BLU). Bandara-bandara ini semula berstatus sebagai unit pengelola bandara udara.

Dengan dinaikkan kelasnya menjadi BLU, diharapkan fleksibilitas operasional ke 15 bandar udara itu lebih lancar.

Menurut Cris Kuntadi, Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan, bedanya BLU dengan Unit Pengelola Bandar udara atau satuan kerja (satker) adalah BLU pendapatannya masuk ke kas negara. Sehingga hasil operasional bandara ini keluar dan masuknya lewat kas negara.

“Misalnya, Bandara Radin Inten Lampung, saat sudah jadi BLU pendapatan itu masuk ke kas negara. Nanti bayar gaji, bayar operasional ambil dari kas negara. Manajemennya juga bisa mandiri. Kalau masih Satker, tidak fleksibel, diatur ketat” kata dia di kantor Kemenhub, Jakarta, Jumat (26/8/2016).

Sementara Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Lampung, Adeham, mengaku setuju jika Bandara Radin Inten II yang saat ini merupakan UPT menjadi BLU.

“Ya, kalau keputusannya seperti itu, kami setuju saja, walaupun informasinya kemarin masih wacana yang masih dibahas,” kata Adeham.

Skema BLU digunakan dengan tujuan mempercepat perputaran keuangan, sehingga hasil dari pendapatan bisa dipergunakan langsung untuk penambahan fasilitas bandara dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap penumpang.

Selain itu, dengan skema BLU, manajemen bandara menjadi lebih profesional. Dengan kata lain, setiap bandara yang menjadi BLU bisa mengelola keuangan sendiri.

Dari sisi tarif, bandara juga lebih mudah dalam menentukannya secara mandiri. Bila bandara dikelola satker, tarifnya ditetapkan oleh peraturan pemerintah.

Untuk pembiayaan, pada tahap awal, belanja modal bandara tetap dari pemerintah. Selanjutnya, pasokan dana dari pemerintah akan dikurangi. Sebagai contoh, Bandara Sentani, Jayapura. Pada 2015, pendapatan bandara ini sebesar Rp39 miliar. Tahun ini, 2016, melonjak menjadi Rp73 miliar.

“Berarti ada kenaikan dua kali lipat, dengan skema BLU, setiap bandar kecil bisa mendekati bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura. Pendapatannya bisa mengkover belanjanya,” kata Chris Kuntadi.



Dibaca 1732 x
Please Share:
Previous Nasheha, Bidan Teladan Nasional asal Lampung Diundang ke Istana Presiden
Next Lampung Siap Bersaing untuk Raih 10 Besar di PON XIX 2016 Jawa Barat

You might also like

Ekonomi

Agar Publik Dapat Mengawasi Proyek, Kementrian PUPR Meluncurkan PUPR TV

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meluncurkan akun media sosial dan televisi. Masyarakat kini bisa memantau perkembangan infrastruktur di Indonesia melalui media sosial dan televisi tersebut. “PUPR TV disiapkan

Infrastruktur

Pilihan Akses Menuju ke Lampung Bisa Melalui Udara, Darat, atau Laut

Akses ke Lampung sangat lengkap. Sebagai wisatawan, Anda bisa pilih jalur darat, laut, atapun udara. Jika jalur udara, maka pintu masuk ke Lampung adalah Bandara Radin Inten II yang berada

Infrastruktur

Setelah Perpustakaan, Lampung juga Bangun Masjid Terbesar di Sumatra

Beberapa saat yang lalu, Gubernur Lampung, M Ridho Ficardo, melontarkan rencana pembangunan perpustakaan terbesar di Indonesia; kini Pemda provinsi Lampung juga sedang membangun sebuah masjid dan diproyeksikan menjadi masjid terbesar

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!