Bunga dan Balon Membanjiri Balaikota, Tanda Cinta Warga untuk Ahok-Djarot

Hasil resmi pilkada DKI 2017 sudah diumumkan. Pasangan Anies-Sandi menjadi pemenang dengan perolehan 58% suara. Bahkan oleh KPUD DKI Jakarta, Anies Sandi sudah ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, tinggal menunggu pelantikan di bulan Oktober mendatang.

Meskipun pasangan Anies-Sandi yang menang, ribuan bunga dan balon justru dipersembahkan untuk pasangan Ahok-Djarot yang kalah dalam pilkada.

Di hati masyarakat, rupanya nama Ahok-Djarot begitu harum dan melekat sehingga mereka sulit menerima atau melepaskan pasangan ini. Untuk mengekspresikan rasa cinta mereka pada Ahok-Djarot, warga pun dengan sukarela tanpa dikomando mengirimkan ribuan papan bunga dan balon ke Balai Kota.

Baru pertama kali terjadi dalam sejarah, pasangan yang kalah justru dielu-elukan warga. Ribuan warga setiap antusias mendatangi kantor Balai Kota sekedar untuk bertemu dan berfoto dengan Ahok dan Djarot.



Dibaca 1504 x
Please Share:
Previous Surat Terbuka untuk Kang Eep: Anies Jelas Berbeda Jauh dari Nelson Mandela
Next Setelah HTI Dibubarkan oleh Pemerintah, Sudah Selesaikah Urusannya?

You might also like

Sosial

Saat Gadis NU, Kalis Mardiasih, Mengkonter Kedangkalan Pikir Felix Siauw

Gadis yang dikenal sebagai penulis muda asal Blora dan lahir serta besar di tengah-tengah lingkungan berbasis Nahdlatul Ulama (NU), Kalis Mardiasih, secara gamblang dan lantang menjawab caption postingan-postingan Instagram dari

Komunitas

Pertama di Lampung, Kota Metro Memiliki Skate Park untuk Komunitas Skaters

Untuk memenuhi kebutuhan akan tersedianya arena yang layak bagi para skaters, Pemkot Kota Metro membangun  skate park. Pembangunan skate park yang juga inisiatif berbagai komunitas skaters di Metro lokasinya berada

Sosial

Seruan Menag RI: Ceramah Jangan Provokatif atau Pertentangkan SARA

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyerukan agar setiap penceramah agama tidak mempertentangkan unsur suku, agama, ras dan antar golongan, atau SARA. Menteri Agama juga menyerukan agar materi ceramah agama itu

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!