Cagub-Cawagub yang Mengundurkan Diri Terancam Denda 25M atau Penjara 24 Bulan

Cagub-Cawagub yang Mengundurkan Diri Terancam Denda 25M atau Penjara 24 Bulan

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Sumarno menjelaskan pasangan calon gubernur-wakil gubernur tidak dapat mengundurkan diri pada kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2017.

Menurut Sumarno, hal itu diatur dalam Pasal 191 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

“Pasangan calon yang sudah ditetapkan, tidak boleh mengundurkan diri,” kata Sumarno, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/11/2016).

Di dalam aturan tersebut, calon gubernur dan wakil gubernur yang mengundurkan diri dengan sengaja, tanpa ada alasan yang dibenarkan, maka terancam pidana.

Sanksinya dapat berupa kurungan paling sebentar 24 bulan dan paling lama 60 bulan atau denda paling rendah Rp 25 miliar dan paling tinggi sebesar Rp 50 miliar.

Sebelumnya, calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku dirinya didesak untuk mundur dari kontestasi pilkada. Namun Basuki atau Ahok menolak permintaan tersebut.

Ahok diminta mundur karena dianggap akan terus membuat suasana tidak kondusif. Sebab, Ahok sebelumnya dilaporkan atas dugaan penistaan agama karena mengutip ayat suci saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu.

“Oleh karena itu memang tidak perlu mendesak mundur. Biarlah proses terus berjalan, toh proses hukum kan sedang berjalan,” kata Sumarno.

Sumarno meminta agar semua pihak mengikuti proses hukum dan menghormati aparat penegak hukum dalam menyelesaikan dugaan penistaan yang dilakukan Ahok.

“Maka Cagub – Cawagub yang bersangkutan tidak boleh didesak-desak untuk mundur,” kata Sumarno.

Kompas.com



Dibaca 695 x
Please Share:
Previous Cara Mudah Bercocok Tanam dengan Metode Hydroponik di Sekitar Rumah
Next Berkunjung ke Lampung, Nikmati Festival Pahawang, 25 - 27 November 2016

You might also like

Sosok

Demi Jokowi, Sri Mulyani Rela Meninggalkan Gaji $409,950 di World Bank

Presiden Joko Widodo telah menunjuk Sri Mulyani Indrawati (SMI) sebagai menteri keuangan di Kabinet Kerja. Mbak Ani -sapannya- meninggalkan posisinya yang prestisius di Bank Dunia untuk menggantikan Bambang P Brodjonegoro

Politik

Simak Baik-baik Video ini dan Anda akan Paham Siapa di Belakang ISIS

Berita ISIS dan seputar informasi ISIS terkini masih saja menjadi pembicaraan hangat. Pertanyaan siapakah dibalik ISIS dan Apakah itu ISIS menjadi pertanyaan yang paling lazim dilontarkan, berikut ini ini mengenai

Politik

Elite Partai Republik Cabut Dukungan pada Trump karena Memalukan dan Rasis

Sebagian besar anggota Partai Republik termasuk anggota kongres mengatakan tidak akan memilih Donald Trump. Mereka beralasan, Trump tidak pantas untuk menjadi presiden. Dilansir dari BBC, Selasa (2/8/2016), Richard Hanna anggota

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!