Di Tahun ke 2 sebagai Presiden, Jokowi Semakin Percaya Diri dan Mandiri

Di Tahun ke 2 sebagai Presiden, Jokowi Semakin Percaya Diri dan Mandiri

Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanudin Muhtadi menilai, menjelang dua tahun pemerintahan berjalan, Presiden Joko Widodo sudah lepas dari ikatan partai pendukungnya, khususnya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Hal ini tidak lepas dari bergabungnya sejumlah partai oposisi ke pemerintah, seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Golkar.

“Jokowi sudah mengurangi beban untuk menunduk kepada parpol pendukungnya, terutama kepada PDI-P,” kata Burhanudin saat menjadi pembicara dalam rilis survei Saiful Mujani Reseaerch and Consulting di Jakarta, Minggu (24/7/2016).

Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan bahwa kepuasan masyarakat terhadap Jokowi semakin meningkat menjadi 67 persen pada Juni 2016 ini. Jumlah itu naik pesat dari Juni 2015 sebesar 41 persen.

Menurut Burhan, naiknya tingkat kepuasan masyarakat ini disebabkan Jokowi pada tahun keduanya sudah lepas dari keterikatan dengan parpol, khususnya PDI-P.

“Pada tahun pertamanya, Jokowi tersandera dengan kekuatan politik yang terbatas dan tak bisa dapat dukungan publik,” ucap dia.

Burhan mencontohkan, pada tahun pertamanya, Jokowi menyusun kabinet dengan masih mengakomodasi kepentingan parpol. Jokowi juga memilih Kapolri berdasarkan selera PDI-P, yakni Budi Gunawan.

Namun, perubahan terlihat pada tahun kedua. Jokowi berani melakukan perombakan kabinet dan menyingkirkan menteri dari parpol yang dianggap tidak berkinerja baik. Jokowi juga menolak revisi Undang-Undang KPK yang getol diusulkan PDI-P.

Terakhir, Jokowi juga menunjuk Tito Karnavian sebagai Kapolri. Padahal, Budi Gunawan yang sempat didukung PDI-P masih menjabat sebagai Wakapolri.

“Jokowi berani mengatakan tidak kepada partai pendukungnya,” kata Burhan.

Burhan menilai, dukungan yang besar dari parpol ini harus terus dimanfaatkan Jokowi untuk mewujudkan janji-janji politiknya yang sampai saat ini belum terwujud karena terganjal kepentingan parpol.

“Kalau dukungan ini tidak dimanfaatkan akan mubazir,” ucap Burhan.

/kompas.com



Dibaca 1093 x
Please Share:
Previous Gaya Hidup Kaum Miskin Urban: Memaksakan Diri untuk Eksis Meski Kembang Kempis
Next Jadi Wakapolda, Krisna Murti Diberi Tugas Membereskan Begal Lampung

You might also like

Politik

Permainan Selancar Panglima TNI di Atas Gelombang Dinamika Politik Terkini

PANGLIMA : “EMANG GUE PIKIRIN…” Saya ingat sekali, waktu itu Jokowi diserang karena terlihat ragu-ragu memutuskan posisi Kapolri pada kasus BG.. Jokowi di bully oleh pendukung lawan politiknya. Ia dibilang

Isu

Jokowi Ubah Raskin Jadi Voucher yang Langsung Bisa Digunakan Belanja di Toko

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan agar program beras miskin (raskin) untuk masyarakat diganti dengan voucher belanja. Voucher ini nantinya bisa digunakan untuk membeli sembako di warung maupun toko terdekat. “Telah

Politik

Kandidat Cagub – Cawagub Provinsi Lampung pada Pilkada 2014

Pemilihan umum ini diikuti oleh lima pasang calon pasangan gubernur dan wakil gubernur. Amalsyah Tarmizi mantan Danrem 043/Garuda Hitam maju didampingi Gunadi Ibrahim, Ketua DPD Partai Gerindra Lampung melalui jalur

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!