Dramatis, Bupati Banyuasin Kena OTT KPK Usai Pengajian untuk Pergi Haji

Dramatis, Bupati Banyuasin Kena OTT KPK Usai Pengajian untuk Pergi Haji

Dramatis sekaligus ironis; Yan Anton Ferdian, Bupati Banyasin, digerebek KPK sesaat setelah dia dan keluarga besarnya bersama para tamu undangan menggelar pengajian untuk mendo’akan sang bupati menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah, yang rencananya berangkat Senin (5/9).

OTT yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memang harus dilakukan saat itu agar barang bukti dapat disita saat terjadinya transaksi penyuapan. KPK dan polisi Brimob tidak ingin kehilangan targetnya saat tanpa segan menyergap Yan Anton ferdian di Rumah Dinasnya.

“Bupati tadi pagi hajatan untuk syukuran naik hajinya, tapi pada saat itu ada 6 mobil plus 1 bus sudah stand-by di lokasi acara hajatan,” ucap sumber terpercaya.

Dikatakan, sebelum penangkapan, dalam hajatan pengajian itu turut hadir Ayahanda Yan Anton, Amiruddin Inoed, yang juga mantan Bupati Banyuasin serta tokoh-tokoh masyarakat dan para pejabat SKPD Pemkab Banyuasin.

“Begitu acara berakhir sekitar jam.11.30, tiba-tiba rombongan KPK dan Brimob masuk dan terjadi pembicaraan dengan bupati,” tambah sumber tersebut.

“Terus pak bupati yang masih pake baju koko putih sempat masuk ke arah rumah kediaman untuk ganti baju kotak-kotak,,” jelasnya.

15 menit kemudian, kira-kira jam 11.45 WIB, Yan Anton langsung dibawa oleh KPK ke Dirkrimsus Polda Sumsel. Bersama Bupati Banyuasin, ada tiga orang lainnya yang juga ikut diciduk KPK dan dibawa ke Palembang. Mereka adalah Kepala Dinas Pendidikan, Umar Usman, Kabag ART, Rustamin alias Darus, dan seorang kontraktor.

Kronologi OTT Yan Anton Ferdian

Komisioner KPK Basaria Panjaitan memaparkan kronologi kasus suap yang menyeret nama Bupati Kabupaten Banyuasin Sumatra Selatan Yan Anton Ferdian (YAF).

Basaria menjelaskan kasus tersebut bermula dari YAF yang membutuhkan dana senilai Rp1 miliar.

Untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah senilai satu miliar itu, YAF lantas menghubungi RUS selaku Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum, Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin dan memintanya untuk menanyakan kepada UU, Kepala Dinas Pendidikan, mengenai pengadaan proyek.

“YAF tahu betul di situ banyak proyek, semacam ijon lah,” jelas Basaria.

Selanjutnya, UU bersama sama STY, Kasi Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Program dan Pembangunan Dinas Kabupaten Banyuasin, menghubungi ZM yang merupakan Direktur CV PP melalui K yang berperan sebagai pengepul dana.

Mendapatkan informasi adanya transaksi suap, KPK lantas melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Minggu (4/9/2016).

Dari hasil OTT di lokasi penangkapan dan penggeledahan di sejumlah tempat, tim satuan tugas KPK berhasil mengamankan sejumlah uang dan bukti transfer.

Dari tangan Yan Anton diamankan Rp299.800.000 dan USD 1.200 atau setara Rp150 juta. Dari Sutaryo disita Rp50 juta. Sedang dari tangan Kirman, penyidik menyita bukti setoran biaya haji ke sebuah biro perjalanan haji yakni PT TB sebesar Rp 531.600.000.

“Transfer ini untuk keberangkatan bupati dan istrinya,” kata Basaria.

Basaria menjelaskan, uang Rp 531.600.000 ditransfer ke biro perjalanan haji pada tanggal 3 September 2016. Kemudian, USD 11.200 diterima Bupati pada 2 September 2016 serta uang Rp 299.800.000 diterima pada 1 September 2016.

*dari berbagai sumber



Dibaca 499 x
Please Share:
Previous Kurangnya Pasokan Listrik Menjadi Penghambat Pengembangan Pariwisata Krui
Next Tipe Wanita Pilihanmu Menggambarkan Bagaimana Kepribadianmu

You might also like

Isu

Kapolri Tito K Perintahkan Usus Tuntas Pejabat terkait Pengakuan Freddy Budiman

Menanggapi kabar pengakuan terpidana mati Freddy Budiman, Tito memerintahkan Kadiv Humas Irjen Boy Rafli Amar untuk bertemu dengan Haris. Dia ingin mengetahui secara detail mengenai persoalan tersebut. “Saya sudah tugaskan

Kriminal

Hati-hati Belanja Obat di Pasar Pramuka, Banyak Obat Kadaluarsa Beredar

Kecendrungan membeli obat dengan harga murah memang sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia. Pasar adalah tempatnya. Di pasar, masyarakat mudah sekali menemukan toko obat non apotik yang menawarkan berbagai jenis obat,

Politik

Nasib Alquran; Dana Pengadaannya Dikorup, Istilah “Juz”nya Jadi Kode Korupsi

Di tangan politisi dan pejabat Indonesia, nasib Alquran sungguh “trenyuh”. Beberapa tahun silam, dana pengadaan Alquran yang jumlahnya ratusan milyar jadi bancaan para politisi dan pejabat rakus. Kini, istilah juz

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!