Hanya 20 hari Jabat Menteri di Kabinet Jokowi, Arcandra Tahar Catat Rekor Muri

Hanya 20 hari Jabat Menteri di Kabinet Jokowi, Arcandra Tahar Catat Rekor Muri

Terhitung sejak dilantik Jokowi pada 27 Juli 2016, hanya sekitar 20 hari Arcandra menjabat Menteri ESDM. Saat dilantik, Arcandra menyatakan komitmennya untuk menjalankan kemandirian energi.

“Untuk program ke depan di ESDM, tentu yang akan kami tekankan adalah bagaimana kami membangun kemandirian dari sisi energi,” ungkap Arcandra, usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/7/2016).

Sehari setelah dilantik, Arcandra langsung tancap gas menggelar rapat dengan para pejabat eselon I dan II Kementerian ESDM (Rabu, 28/7/2016). Rapat yang berlangsung sekitar 2,5 jam mulai pukul 08.00 hingga 10.30 WIB itu diawali dengan perkenalan Arcandra kepada jajaran pejabat eselon I dan II, serta membahas berbagai program setiap direktorat di Kementerian ESDM.

Seusai rapat, Arcandra sempat berkeliling melihat sejumlah lokasi di Kementerian ESDM. Setelah memperkenalkan diri dan berkeliling melihat kantor barunya, keesokan harinya Jumat (29/7/2016), Arcandra mengenalkan dua rekannya selama di Houston, Amerika Serikat (AS), Prahoro Nurtjahyo Ph.D dan Jaffee Suardin Ph.D. Arcandra menujuk kedua rekannya itu sebagai staf khususnya selama menjabat Menteri ESDM.

Selanjutnya, rutinitas Arcandra sebagai Menteri ESDM berlanjut. Dia mengkaji dan mempelajari sejumlah kebijakan di sektor ESDM, antara lain soal Blok Masela yang akan dibangun onshore (di darat), proyek listrik 35.000 megawatt, rencana revisi Undang-Undang nomor 22 tahun 2001 tentang Migas, pengembangan energi baru terbarukan, serta meningkatkan produksi migas.

Di awal Agustus, Arcandra menyampaikan rencana merombak aturan cost recovery dan pajak migas. Keduanya tercantum dalam PP 79/2010 mengatur tentang biaya operasi yang dapat dikembalikan (cost recovery) dan pajak di bidang usaha hulu migas. “(PP 79/2010) sedang kita review. Kita perlu koordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu),” kata Arcandra usai rapat di Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (2/8/2016).

Masih di awal Agustus, Arcandra juga bertemu para bos perusahaan migas di Kementerian ESDM. Pertemuan ini diadakan untuk mengetahui situasi, perkembangan-perkembangan, dan permasalahan terkini yang dihadapi industri hulu migas di dalam negeri.

Selain itu, Arcandra juga bertemu direksi PLN. Salah satu poin penting dalam pertemuan ini adalah mengawal kelangsungan proyek 35.000 MW hingga kelar 2019 nanti.

“Program 35.000 MW harus berjalan sesuai target, untuk itu tugas kita bersama untuk mendukung dan menyukseskan program tersebut,” tegas Arcandra.

Tak cuma soal listrik, Arcandra juga sempat membahas pengembangan blok migas Natuna bersama Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut B. Pandjaitan. Hal ini berkaitan dengan kehadiran Indonesia di wilayah Natuna.

Perjalanan Arcandra Tahar sebagai Menteri ESDM juga sempat diwarnai isu penggantian Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi. Namun, saat rencana pergantian ini bergulir, Arcandra sudah terbelit dengan kasus dwi kewarganegaraan ganda, Indonesia dan AS.

Masalah kewarganegaraan Amerika Serikat (AS) yang membelit Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar berakhir klimaks. Presiden Jokowi memberhentikan Arcandra dari jabatan Menteri ESDM.

Hari ini, 15 Agustus 2016, Presiden Jokowi secara resmi menghentikan Arcandra dengan hormat sebagai Menteri ESDM. Poisisi Menteri ESDM, untuk sementara dijabat Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan.

Keputusan ini diambil setelah Arcandra bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana. Masa jabatan Arcandra sebagai Menteri di Kabinet Kerja Jokowi adalah yang tersingkat.

Mungkin ini bisa dicatatkan dalam Rekor MURI, Arcandra Tahar: pejabat menteri yang menjabat dalam waktu tersingkat dalam sejarah.

dtk



Dibaca 763 x
Please Share:
Previous Jokowi Keluarkan Perpres Ubah STAIN Jurai Siwo Metro Menjadi IAIN Metro
Next Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Setelah Dicopot dari Menteri, Arcandra "Stateless"

You might also like

Politik

Confirmed, Police Chief General Prohibits Jakarta’s Main Roads for Dec. 2 Rally

The National Police is set to make an announcement that prohibits participants of a planned rally organized by the National Movement to Save the Indonesian Ulema Council’s Edicts (GNPF-MUI) for

Politik

Terinspirasi Sjachroeddin ZP, Ahok Optimis Gugatannya Dikabulkan MK

Gugatan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke MK nampaknya terinspirasi oleh keberhasilah mantan Gubernur Lampung Sjachroeddin ZP saat menggugat UU Pilkada ke MK (Mahkamah Konstitusi) tahun 2008 lalu. Saat itu, Sjachroedin

Sosok

Demi Jokowi, Sri Mulyani Rela Meninggalkan Gaji $409,950 di World Bank

Presiden Joko Widodo telah menunjuk Sri Mulyani Indrawati (SMI) sebagai menteri keuangan di Kabinet Kerja. Mbak Ani -sapannya- meninggalkan posisinya yang prestisius di Bank Dunia untuk menggantikan Bambang P Brodjonegoro

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!