Inilah Makna Warna Lampu Rotator dan Siapa Saja Yang Berhak Memakainya

Inilah Makna Warna Lampu Rotator dan Siapa Saja Yang Berhak Memakainya

Saat sedang berkendara di jalan raya, kita sering menjumpai beberapa jenis kendaraan yang dipasangi rotator alias lampu yang berputar yang dilengkapi sirine. Ternyata tidak semua kendaraan bisa dipasangkan lampu rotator atau sirine. Masih banyak juga masyarakat yang menyalahgunakan lampu tersebut untuk kepentingan pribadi.

Lampu rotator digolongkan sesuai warnanya sebagai penanda lampu isyarat yaitu merah, biru, dan kuning.

Ketiganya memiliki makna serta fungsi sebagai tanda kendaraan bermotor yang memiliki Hak Utama. Mengutip dari akun instagram miliki Direktorat Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri berikut penjelasannya.

Lampu rotator warna biru dan merah digunakan untuk mobil tahanan, pengawalan TNI, Pemadam Kebakaran, Ambulan, Palang Merah, dan Jenazah.

Sementara lampu rotator warna kuning tanpa sirine digunakan untuk mobil patroli jalan tol, pengawasan sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek kendaraan, dan angkutan barang khusus.

Pemasangan juga harus sesuai dengan pasal 59 UU No.22 Tahun 2009.

(1) Untuk kepentingan tertentu, Kendaraan Bermotor dapat dilengkapi dengan lampu isyarat dan/atau sirene.

(2) Lampu isyarat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas warna:

a. merah;
b. biru; dan
c. kuning.

(3) Lampu isyarat warna merah atau biru sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dan huruf b serta sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi sebagai tanda Kendaraan Bermotor yang memiliki hak utama.

(4) Lampu isyarat warna kuning sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c berfungsi sebagai tanda peringatan kepada Pengguna Jalan lain.

(5) Penggunaan lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) sebagai berikut:

  • a. lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor petugas Kepolisian
    Negara Republik Indonesia;
  • b. lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor tahanan, pengawalan
    Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, rescue, dan jenazah; dan
  • c. lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor patroli jalan tol, pengawasan sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek Kendaraan, dan angkutan barang khusus.

(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan, prosedur, dan tata cara pemasangan lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.

(7) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penggunaan lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. (detik.com)



Dibaca 1016 x
Please Share:
Previous Mari Memahami Apa itu Sleeper Cell, Monster Terorist di Sekitar Kita
Next Situasi Indonesia Mirip Bangladesh, Radikalisme Subur karena Rakyat Apatis

You might also like

Lifestyle

Pertama di Indonesia, Sleeper Bus, Bus dengan Fasilitas Tempat Tidur

Sleeper bus, alias bus dengan tempat tidur, adalah inovasi transportasi jarak jauh yang menawarkan kenyamanan maksimal. Bisa jadi opsi asyik untuk traveler. Sleeper bus sudah lebih dulu ada di Eropa,

In English

Indonesia Pokemon Go Community Flocked Together in GBK Senayan Stadium

Members of the Pokemon Go Indonesia community flocked Bung Karno Stadium in South Jakarta at 7 a.m. on Sunday to catch Pokemon species. From the stadium, they marched to the fX

Lifestyle

Siapa Sebenarnya Larissa Chou, Gadis Tionghoa Menantu Arifin Ilham

Nama lengkapnya Larissa Chou, wanita kelahiran Cirebon, 23 April 1996. Ia memang masih tergolong muda, tapi ia mempunyai pendirian yang kuat melebihi orang seusianya. Apa yang ia yakini benar akan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!