Jovial dan Andovi, Vlogger Indonesia yang Sukses Meraup Rejeki dari Youtube

Jovial dan Andovi, Vlogger Indonesia yang Sukses Meraup Rejeki dari Youtube

Kalau kamu-kamu masih ragu bahwa youtube bisa menghidupi kamu, simak cerita Jovial dan Andovi yang sukses meraup pundi-pundi rejeki jutaan rupiah dari internet (youtube) berikut ini.

What’s up guys?! Apa kabs???!!!

Familiar dengan sapaan itu? Yup, greetings tersebut sekarang udah jadi ciri khas duo vlogger bersaudara, Jovial Da Lopez (26) dan Andovi Da Lopez (22) dari SkinnyIndonesian24.

Awalnya, Andovi lah yang mengajak sang kakak, Jovial atau biasa dipanggil Kak Jo, untuk membuat video bersama.

“Andovi bikin channel di Youtube, terus sama dia diisi video nyanyinya dia, tapi sayang responnya kurang baik. Akhirnya kita bikin vlog bareng karena bercandaan kita juga sama,” kenang Jovial.

Believe it or not, waktu awal bikin vlog, Da Lopez Brothers ini cuma pakai peralatan sederhana loh. “Awalnya kita bikin vlog itu tahun 2011, alatnya cuma handycam butut (jelek) yang dikasih nyokap (ibu), tanpa pakai lighting dan alat-alat lainnya. Benar-benar cuma handycam aja,” kata Andovi.

Setelah 5 tahun membuat vlog, penghasilan mereka per bulan kini bisa mencapai ratusan juta rupiah.“Sekarang penghasilan kita di angka Rp 50 juta hingga Rp 150 juta per bulan,” tutur Andovi.

(Youtube)

Pundi-pundi rupiah yang mereka hasilkan, tentu sangat tergantung dari berapa banyak orang yang tertarik untuk menonton (viewer), hingga akhirnya menjadi pelanggan setia (subscriber) di channel mereka. Ya, inilah industri yang memberikan banyak peluang. Kuncinya hanya satu, be creative! Viewer mereka sendiri, sekarang ada sekitar 100 ribu sampai 3 juta, dengan subscriber lebih dari 600 ribu. Fantastis abis ya, Guys?! Makanya, nggak heran juga kalau belakangan beberapa brand ternama ikut menggandeng mereka.

(Youtube)

Kesuksesan Jovial dan Andovi di bisnis digital, nggak diraih dalam waktu singkat. Butuh proses panjang hingga akhirnya bisa seperti sekarang. Vlog yang mereka buat, awalnya jadi wadah untuk menumpahkan kekesalan hati. Terutama yang berkaitan dengan hal-hal yang menurut mereka nggak wajar terjadi di Indonesia. Maklum aja, sebelumnya mereka sempat tinggal di beberapa negara, seperti Norwegia, Amerika Serikat, Denmark dan India.

Tema yang diangkat SkinnyIndonesian24 beberapa di antaranya seputar tema sosial, yang dikemas secara anak muda dengan jokes yang mengundang tawa. Tapi kadang ada juga tema-tema berbau politik, seperti vlog Prabowo vs Jokowi – Epic Rap Battles of Presidency.

Ketika ditanya tentang kecintaan mereka terhadap Indonesia, mereka menjawabnya dengan pasti. “Garuda di dadaku,” jawab mereka kompak.

“Walaupun kita lama tinggal di luar, tapi kita tetap cinta Indonesia, bisa kita buktiin dengan nama channel kita yang menggunakan kata Indonesian,” ujar Andovi.

“Dan nggak itu aja ya, saya sendiri punya brand, namanya ‘Negarawan’ yang memang menjual batik untuk anak muda. Jadi batik kekinian gitu lah. Kadang saya suka malu sama orang Indonesia yang tinggal di luar, terus pas balik ke Jakarta sok gembar-gembor tentang negara luar,” tambah Jovial.

Dari menjadi vlogger, Andovi dan Jovial kini mulai merambah bidang lainnya. “Youtube itu membuka kita ke banyak jalan. Sekarang kita jadi MC, bintang tamu acara talkshow, buat creative content untuk beberapa brand, sampai akhirnya saya sendiri menulis 4 script film yang bisa dibilang filmnya cukup laris, kaya ‘Modus’, ‘Youtubers’ dan lainnya,” jelas Jovial.

Saat ditanya mengenai fenomena vlogger yang kian marak di Indonesia, Jovial yang merupakan Sarjana Fisika Nuklir Universitas Indonesia ini punya pendapat sendiri. Sekarang ini nih, memang zamannya digital!

“Selama ini digital creator kaya kita masih suka dipandang rendah, dipandang di bawah artis yang ada di TV atau bioskop. Tapi saya mau mengingatkan, kalau sekarang zaman digital. Posisi digital dan TV pun akan berganti. Digital itu kenyataan. Kalau lo nggak mengikuti digital, ya lo bakal ketinggalan zaman,” ungkap Jovial.

(Youtube)

Andovi yang masih tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini turut mengiyakan pendapat Jovial. Now, we’re living in a digital world! Jadi, jangan pernah menganggap enteng perubahan zaman.

“Ya, kadang kita memang dianggap remeh, dianggap value kita lebih rendah. Padahal dari setiap video yang kita buat, kita membuat semua sendiri, dari mulai konsep, eksekusinya, sampai post-production. Dan video yang kita buat tak semata-mata untuk komersil. Walau ada yang komersil, tapi poinnya bukan di situ, di kepuasan hati kita,” tutup Andovi.

So, wake up, Guys! Digital adalah masa depan. Siapa pun bisa berkarya, siapa pun bisa punya penghasilan, dan yang paling penting, siapa pun bisa melakukan sesuatu buat Indonesia.


Jadi, bagi kamu-kamu yang memang punya passion bikin video (apa saja), ngevlog bisa kamu tekuni untuk meraup pundi-pundi rejeki.

sumber: netz.id

Save



Dibaca 2460 x
Please Share:
Previous Pramono, a Klaten Resident who Prepares Souvenirs for Trump's Campaigns
Next Ridho Ficardo Solidkan Komposisi DPD Demokrat Lampung Periode 2016-2021

You might also like

Inspirasi

Selain Konsumsi Kopi, 6 Makanan ini Efektif untuk Bikin Mata tetap Terjaga

Seringkali kita harus tetap terjaga hingga dinihari. Terutama bagi kita yang sering kerja lembur atau sedang menyelesaikan suatu proyek, menahan mata untuk tidak terlelap menjadi sebuah keharusan. Akibatnya, kita suka

Inspirasi

Alasan Filosofis Mengapa Ahok Mencabut Banding dan Mundur dari Jabatan Gubernur

Di sebuah gereja di daerah Jakarta Utara, Ahok pernah dipersilahkan naik mimbar utk memberi sepatah dua patah kata. Tapi bukannya ngomong Alkitab, ia malah ngomong tentang Confusius. Saya tahu ia

Inspirasi

Sukses Berjualan melalui Toko Online itu Sebenarnya Mudah, Caranya…?

Berjualan dan mengelola toko online itu seperti ini: seller menunjukan barang jualannya ke netizen, maka untuk menunjukkan produk jualan tsb , seller membuat katalog, berupa foto produk ,kode , harga,

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!