Kisah Nyata Bagaimana Paham Radikal Menyelusup di Tengah Keluarga dan Teman

Kisah Nyata Bagaimana Paham Radikal Menyelusup di Tengah Keluarga dan Teman

Kisah-kisah berikut ini nyata, saya kumpulkan dari teman-teman yang nyata. Semoga kita, terutama para orang tua, bisa mengambil hikmah dan menjaga anak-anak kita baik-baik.

Ibu I, suatu hari mengecek sebuah grup WA di hape keponakannya. Grup tersebut adalah grup siswa-siswi sebuah SMP. Didapatinya, kata gantung dan penggal biasa diucapkan anggota grup. Foto penggalan kepala juga di-share (kemungkinan korban teroris di Suriah). Saat ia mengadukan hal ini kepada ibu si anak, ternyata ibunya biasa saja. Menurut si ibu, adalah baik bila anaknya sejak kecil sudah punya semangat ‘jihad’.

Teman saya K, bercerita, ia punya teman, sebut saja B. Anak perempuan B menikah dengan seseorang, yang ternyata memiliki paham radikal. Pernikahan itu bertahan, namun B putus hubungan dengan putrinya, karena ia sudah sakit hati, dituduh sesat oleh menantunya.

Masih dari K, ia punya teman yang sudah punya jabatan bagus di sebuah bank. Namun ‘nasib’ mempertemukannya dengan propaganda para ‘mujahidin’ Suriah. Ia pun membaca ratusan posting mengenai “kebiadaban rezim Bashar Al Assad di Suriah” dan “kewajiban jihad”. Lalu sepertinya ia mungkin mengalami sejenis ‘ketercerahan yang mendadak’. Ia semakin tenggelam pada bacaan-bacaan yang diproduksi kelompok radikal yang membangkitkan emosi dan kebencian pada sistem yang menguasai dunia hari ini.

Ia pun berhenti bekerja di bank, dan menjadi pedagang mie ayam. Sambil  bekerja, ia rajin mengikuti pengajian-pengajian yang isinya mengagung-agungkan para ‘mujahid’ ISIS. Hanya menunggu waktu, ia akan menjadi bagian dari ISIS, kecuali bila ‘nasib’ kembali mempertemukannya dengan sesuatu yang terduga.

Baca selanjutnya



Dibaca 2286 x
Please Share:
Previous Afi Nihaya Faradisa, Suara dari Gunung Es Silent Majority Generasi Muda NKRI
Next Mengenal Sharia123.com, Portal Properti Syariah Pertama di Indonesia

You might also like

Politik 0 Comments

Permainan Selancar Panglima TNI di Atas Gelombang Dinamika Politik Terkini

PANGLIMA : “EMANG GUE PIKIRIN…” Saya ingat sekali, waktu itu Jokowi diserang karena terlihat ragu-ragu memutuskan posisi Kapolri pada kasus BG.. Jokowi di bully oleh pendukung lawan politiknya. Ia dibilang

Politik 0 Comments

Elite Partai Republik Cabut Dukungan pada Trump karena Memalukan dan Rasis

Sebagian besar anggota Partai Republik termasuk anggota kongres mengatakan tidak akan memilih Donald Trump. Mereka beralasan, Trump tidak pantas untuk menjadi presiden. Dilansir dari BBC, Selasa (2/8/2016), Richard Hanna anggota

Politik 0 Comments

Satu Lagi Langkah Bidak Catur Jokowi yang Sulit Ditebak: Pembubaran HTI

Oleh: Hysebastian Siapa yang pernah menebak penangkapan para terduga makar H-1 sebelum aksi bela-bela (katanya) Islam jilid 2 dan 3? Siapa juga yang menyangka Antasari bernyanyi H-1 sebelum putaran pertama

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply