Kurangnya Pasokan Listrik Menjadi Penghambat Pengembangan Pariwisata Krui

Kurangnya Pasokan Listrik Menjadi Penghambat Pengembangan Pariwisata Krui

Meski usia Kabupaten Pesisir Barat yang dipimpinnya paling muda diantara 15 kabupaten lain di provinsi Lampung,  tapi Bupati Pesisir Barat, Agus Istiqlal, optimistis wilayahnya akan menjadi pemenang dalam berbagai sektor unggulan terutama di sektor pariwisata.

Satu kelemahan utama yang sedang dihadapi dan terus diusahakan oleh kabupaten yang dipimpinnya adalah pasokan energi listrik.

Sebagai daerah tujuan utama wisata surfing, Krui menjadi sangat digandrungi para surfer dunia. Para wisatawan ini  membutuhkan fasilitas penunjang seperti akomodasi, money changer, restoran, travel biro bahkan rumah sakit. Fasilitas dan semua infrastruktur ini juga membutuhkan pasokan listrik yang memadai.

Agus Istiqlal mengakui kurangnya tenaga listrik di Krui sebagai ibukota Kabupaten Pesisir Barat sangat menghambat aktivitas untuk melayani kunjungan wisman dan menghambat masuknya investor ke daerah itu.

“Kalau wisman yang datang adalah mereka yang tipe petualang dan suka alam, dengan fasilitas seadanyapun mereka tetap mengalir datang. Atraksi yang mereka sukai juga sederhana, misalnya melihat warga terutama anak-anak hujan-hujanan main bola tanpa alas kaki. ini sudah jadi daya tarik tersendiri bagi turis asing, “ kata Agus.

Namun demikian, begitu pasokan listrik dapat dipenuhi, Bupati Agus Istiqlal tetap optimistis bahwa Krui juga bisa populer seperti Bali dan Nusa Tenggara Barat ( NTB). Selain memiliki pantai surga para surfer, Krui memiliki kekhasan dan keunikan budaya.

Nama Krui sendiri sebenarnya juga sudah mendunia sejak tahun 1967 saat profil wilayah ini dimuat di majalah Swedia sebagai obyek wisata surfing yang menantang. Pada zaman Belanda, saat Krui masih menjadi bagian dari Kewedanaan Provinsi Bengkulu, Krui dikenal dunia lewat hasil damar mata kucing, kopi dan komoditi alam lainnya.

Artinya, nama Krui sudah dikenal orang di dalam dan di luar negeri. Tetapi untuk mengangkat kembali pamor Krui, Bupati Agus merancang berbagai program, terutama yang berkaitan dengan sektor pariwisata.

“Kami baru saja mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia ( MURI) April lalu untuk kegiatan parade budaya 1001 bebai (perempuan) nyuncun pahar (menjinjing di kepala) nampan tradisional. Kegunaan alat ini adalah sebagai tempat untuk meletakan makanan lengkap khas Kabupaten Pesisir Barat ” jelas Agus.

Biasanya para ibu ibu membawa pahar saat hendak ke pesta atau berkunjung ke rumah sanak saudara. Dalam kegiatan sakral rutin, pahar dibawa dengan cara menyuncun atau membawa dengan meletakkan pahar tersebut diatas kepala.

Sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) hasil pemekaran dari Kabupaten Lampung Barat, Agus berharap masalah ketersediaan energi bisa segera dipenuhi oleh PLN guna menunjang program pembangunan di wilayahnya. Listrik juga sangat dibutuhkan untuk menunjang perkembangan pariwisata Krui.

“Kita sudah memiliki bandara Seray yang tahun ini segera kita perpanjang runwaynya sehingga bisa didarati oleh pesawat ATR bombardir atau pesawat lainnya dengan kapasitas penumpang minimal 60 kursi. Bandara butuh menara pengawas dan berbagai fasilitas penunjang dan semua butuh pasokan listrik yang memadai,” pungkas Agus Istiqlal.

*bisniswisata.co.id



Dibaca 1586 x
Please Share:
Previous Memahami Ahlussunah Wal Jama'ah (ASWAJA): Pengertian dan Sejarahnya
Next Dramatis, Bupati Banyuasin Kena OTT KPK Usai Pengajian untuk Pergi Haji

You might also like

Wisata

Kalianda, Pintu Gerbang Sumatera dengan Sejuta Kekayaan dan Pesona

PEMANDANGAN alam dan objek wisata pantai menjadi daya tarik tersendiri bagi Kabupaten Lampung Selatan, terutama di kawasan Kalianda. Kabupaten dengan garis pantai mencapai 200 kilometer lebih ini selalu menjadi tujuan

Wisata

Usaha Menggarap Festival Krakatau XXVIII sebagai Festival Berkelas Dunia

Momen besar Festival Krakatau yang diadakan setiap tahun mulai dirasa monoton dan kurang berdampak. Pasalnya, festival ini selama ini hanya ditonton oleh sebagian kecil kalangan atau masyarakat lokal lampung dan

Wisata

Kampung Ahok, Destinasi Wisata Baru di Belitung yang Berbasis Kreatifitas Warga

Nama Ahok ternyata tidak hanya laris manis di panggung politik, tapi laris manis juga mengisi pariwisata dan UKM di Belitung, membangun industri wisata ternyata tidak harus melulu keindahan alam, ide

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!