Pie Pisang, Oleh-oleh Khas Asal Lampung yang Lagi Naik Daun

Pie Pisang, Oleh-oleh Khas Asal Lampung yang Lagi Naik Daun

Selain keripik pisang yang sudah lama jadi primadona oleh-oleh dari Lampung, kini muncul variant baru dari produk pisang, yaitu pie pisang. Pie pisang bisa jadi pilihan buah tangan yang lezat untuk Anda yang sedang traveling ke Lampung.

Adalah Yusi Asifaurini Akmal (41), pemilik toko oleh-oleh khas Lampung, yang merintisnya. Di Toko Roti dan Kue Yussy Akmal, Bandar Lampung, ia menawarkan pie pisang olahannya, satu produk yang sudah ia angankan sejak lama untuk oleh-oleh khas Lampung, selain keripik pisang.

“Sebenarnya keinginan untuk bikin produk oleh-oleh sudah lama banget. Tapi Pie pisang baru dijual sekitar 2 tahun terakhir,” tutur Yussy.

Meski sekarang sudah dapat yang pas, oleh Yussy resep pie pisang terus dikembangkan. Pilihan rasanya pada waktu peluncuran pertama adalah coklat dan keju. Ketika baru launching ini memang pembelinya baru sedikit, 20 buah per hari pun tak laku.

Tapi dengan kegigihan Yussy dan timnya untuk promosi baik mulut ke mulut hingga lewat media sosial, pembeli makin banyak. Kini dalam sehari pie pisang diproduksi hingga 2.000 buah dan laku terjual.

“Produksi 1 hari 2.000 pieces. Peak season bisa 4.000, itu juga banyak yang nggak kebagian. Jadi sebaiknya pesan dulu,” ujar Yussy.

pie-pisangFlashback ke belakang, awal idenya muncul karena di Lampung banyak terdapat pisang dan terkenal enak. Yussy terpikir untuk membuat makanan berbahan pisang. Awalnya sempat terpikir untuk membuat lapis legit pisang atau cake pisang, namun dirasa sudah umum.

Sekitar tahun 2008 wanita kelahiran Bandar Lampung ini melihat kue Tokyo Banana dari Jepang dan terinspirasi. Wanita itu kemudian terpikir untuk membuat olahan pisang dengan bentuk seperti pisang pula. Namun cetakannya sendiri baru ada di Indonesia beberapa tahun setelahnya.

“Kue pisang dibikin seperti ini (Tokyo Banana) pasti jadinya lucu. Saya mau cetakan seperti ini bagaimana bikinnya. Tapi baru ketemu cetakan itu sekitar 4 tahun lalu,” jelasnya.

Setelah ketemu cetakan yang diinginkan, Yussy dan timnya segera meracik bahan untuk membuat pie pisang. Untuk kulitnya saja, ia melakukan banyak percobaan lebih dahulu hingga akhirnya dipilih pastry. Pisangnya dipilih pisang raja yang manis namun sedikit asam dan rasanya pas bercampur dengan pastry.

“Pie pisang sendiri saya coba bikin dari beberapa kulit, pakai crust, terus sugar dough, macem-macem. Kalau pastry rasanya plain, diisi apa saja enak dan keunikan yang saya cari,” kata wanita berhijab ini.

Yussy menjelaskan racikan rasa di antara pastry, pisang beserta campuran bahan lainnya menghasilkan pie pisang yang menggoyang lidah. Katanya, kalau makan pie pisang produk Yussy Akmal, dari atas sampai bawah tiap gigitannya ada rasa yang berbeda.

“Begitu bersentuhan crust-nya dia plain. Kena pisangnya dengan rasa manis yang agak asam. Nah atas dikit ketemu dengan layer fla itu jadi manis, kemudian ada rasa penambah seperti keju,” ucapnya.

Sekotak pie pisang dijual seharga Rp 45 ribu dengan isi 5, yang biasanya terdiri dari 3 rasa. Varian rasa pie memang makin bertambah. Selain coklat dan keju, ada pula almond kismis, chocoball dan tak lama lagi akan launching rasa cappuccino.

Ada pula pie pisang ukuran mini dengan harga sekitar Rp 5.000 per buah. Pie pisang Yussy Akmal ini tahan hingga sekitar 3 hari dengan suhu ruang. Tapi sebaiknya disimpan dalam lemari es.

sumber: detiktravel

Save

Save

Save



Dibaca 2944 x
Please Share:
Previous Khutbah Idul Adha 1437 H: Meneladani Hikmah Do'a Nabi Ibrahim AS
Next Anggap Biang Kerok, Linna Teguh Laporkan Dua Akun Instagram dengan Delik UU ITE

You might also like

Wisata 0 Comments

Tempat Recommended untuk Berburu Kuliner Ajib di Kota Bandar Lampung

Jalan-jalan ke suatu kota atau daerah tanpa berburu kuliner (wisata kuliner) rasanya kurang afdol. Bila kita sedang berada di Bandar Lampung, berikut ini adalah tempat-tempat kuliner yang very recommended untuk

Kuliner 0 Comments

Merekrut Model Seksi Demi Memenangkan Persaingan Bisnis

Orang-orang yang menjalani suatu bisnis tertentu pasti paham betul adanya persaingan dan tantangan yang harus dilewati demi menarik perhatian pelanggan. Tidak peduli seberapa lezat daganganmu, atau seberapa baik pelayananmu, tapi

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply