Profil Nara Masista, Diplomat Muda Indonesia Pemberani di Sidang Umum PBB

Profil Nara Masista, Diplomat Muda Indonesia Pemberani di Sidang Umum PBB

Nama Nara Rakhmatia Masista (34) minggu ini menjadi perbincangan dunia lantaran diplomat muda Indonesia ini menyampaikan pidato yang sangat tajam di Sidang Umum PBB yang diadakan di New York, Amerika Serikat (AS).

Selain karena parasnya yang cantik, Nara menyita perhatian media karena pernyataannya yang dianggap berhasil “menampar” 6 pemimpin negara Kawasan Asia Pasifik. Ia memberikan respons yang keras terhadap pimpinan Vanuatu, Kepulauan Solomon, Tonga, Nauru, Kepulauan Marshall, dan Tuvalu yang menuding terjadinya pelanggaran HAM di Papua.

Nara dengan tegas meminta kepada negara-negara kecil itu untuk tidak menggunakan sidang umum PBB untuk melanggar kedaulatan negara lain. Dalam pidatonya, Nara menyebut negara-negara tersebut telah menyalah gunakan Majelis Umum PBB untuk mengusung agenda domestik mereka dan membuat pengalihan isu atas situasi politik dalam negeri mereka.

Ketegasan serta kefasihannya dalam berbahasa Inggris, Nara menjadi sosok yang dibanggakan dan menjadi panutan para calon diplomat Indonesia di masa depan.

Siapa sebenarnya wanita cantik bersinar di kancang internasional ini?

Nara Rakhmatia Masista alumni SMA 70 Jakarta. Selepas SMA, dara cantik ini melanjutkan ke jurusan penyiaran di Universitas Indonesia (UI) tahun 2003. Pada saat yang sama Nara juga mengikuti perkuliahan di jurusan Hubungan Internasional di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIS) UI, tahun 2002 hingga 2006.

Nara memulai karirnya dengan menjadi asisten dosen di FISIP UI pada 2005-2006 dan menjadi asisten peneliti Center for East Asia Cooperation Studies di jurusan HI, FISIP UI pada 2006-2007).

Sebelum memutuskan bergabung dengan Kementerian Luar Negeri sebagai PNS, Nara adalah peneliti di program CERIC (Center for Research on Inter-group Relations and Conflict Resolutions) dan di Center for East Asia Cooperation Studies. Sebagai seorang peneliti, Nara Masista aktif menulis jurnal mengenai kebijakan luar negeri.

Di Kementerian Luar Negeri, ia ditempatkan pada Direktorat Kerjasama Antar Kawasan pada Direktorat Jenderal Urusan Asia Pasifik dan Afrika.

Selanjutnya, Nara melanjutkan pendidikannya dan mengambil program studi Conflict and Peace di University of St. Andrew (2009-2010), lalu lanjut ke Georgetown University di jurusan Communication and Media Studies pada 2012.

Bidang spesialisasi Nara sebagai diplomat adalah di Organisasi Kerjasama Ekonomi Asia Pasific APEC. Ia juga sempat menjabat Head of Section for The Budget and Management Committee (BMC) APEC sebelum dikirim ke New York untuk menjadi Diplomat Indonesia di PBB.

Biodata Nara Masista Rakhmatia

Nama Lengkap: Nara Masista Rakhmatia
Tanggal Lahir: Desember 1982

Pendidikan 
– SMA 70 Jakarta
– Fisip UI Jurusan Hubungan Internasional
– Universitas St Andrews Inggris Studi Peace and Conflict Studies

Pekerjaan 
– Juru bicara Indonesia di PBB

Berikut ini adalah video pidato Nara di Sidang Umum PBB di New York:



Dibaca 2658 x
Please Share:
Previous Setelah Reformasi Politik dan Ekonomi, Kini Jokowi Fokus Reformasi Hukum
Next Jokowi Raih Penghargaan Global Islamic Finance Leadership Awards 2016

You might also like

Politik 0 Comments

Serangan Lawan Semakin Militan, Ahok dan Teman Ahok Sepakat Gandeng Parpol

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akhirnya memilih menggunakan jalur parpol dalam Pilgub 2017 mendatang. Sikap Ahok tersebut menunjukkan dirinya mengambil keputusan yang realistis. “Pilihan itu pilihan personal Ahok, publik tentu menghormati.

Politik 0 Comments

Memahami Lebih Dalam apakah HTI itu Wahabi, Salafi atau PKS

Oleh: Jihan Davincka Di kuartal terakhir tahun 2016 kemarin, Tunisia mengeluarkan perintah resmi melarang gerakan radikal Hizbut Tahrir dengan tuduhan “merusak ketertiban umum”. Sudah bertahun-tahun pemerintah Tunisia memperjuangkan undang-undang ini

Politik 0 Comments

Selama 71 tahun RI, Baru Sekali Ada Upacara Bendera di Dusun Yakyu, Papua

Dusun Yakyu adalah sebuah dusun yang terletak di di ujung selatan Papua, Distrik Sota, dekat Merauke. Wilayah ini terisolir dan dihuni oleh 85 jiwa. Untuk menunjukkan bahwa negara hadir di tiap

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply