Setelah Perpustakaan, Lampung juga Bangun Masjid Terbesar di Sumatra

Setelah Perpustakaan, Lampung juga Bangun Masjid Terbesar di Sumatra

Beberapa saat yang lalu, Gubernur Lampung, M Ridho Ficardo, melontarkan rencana pembangunan perpustakaan terbesar di Indonesia; kini Pemda provinsi Lampung juga sedang membangun sebuah masjid dan diproyeksikan menjadi masjid terbesar di Pulau Sumatera.

Masjid yang diberi nama Attanwir tersebut akan dibangun di kawasan Institut Teknologi Sumatera (ITERA), di atas lahan seluas 20 hektare dan mampu menampung 42.000 jemaah.

Menurut Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, ide awal pembangunan masjid ini adalah hasil diskusinya dengan Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo. Menurutnya, pembangun masjid ini sangat penting, terlebih dibangun di lahan Itera yang menghasilkan orang-orang berpendidikan.

Dengan adanya Masjid terbesar di Itera, diharapkan manusia yang dihasilkan tak hanya menyemai bibit pengetahuan yang tinggi, tetapi juga iman dan taqwa yang kuat.

“Untuk itu saya berikan nama untuk masjid ini ‘Attanwir’ artinya sebagai tempat pencerahan dan pembaharuan untuk peradaban yang lebih baik,” jelasnya.

Masjid  Attanwir akan dibangun dengan desain mewah dan megah serta dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti rest area, restoran, Islamic Center, rumah sakit, kantor sewa, plaza masjid, asrama, taman hingga kolam retensi.

Budi Faisal, yang ditunjuk sebagai arsitek masjid, menjelaskan bahwa pengembang juga akan membangun menara setinggi 99 meter dan disetting dapat mengeluarkan cahaya siang dan malam.

“Jarak masjid dengan pintu tol hanya 500 meter. Jadi siapapun yang melintas bisa melihat menara penanda tersebut. Karena cahayanya dari jauh juga sudah kelihatan,” ungkap Budi dalam acara petelakan batu pertama pembangunan masjid, Kamis (6/10).

Masjid ini juga ramah disabilitas karena dilengkapi dengan jalur baris berkebutuhan khusus untuk memudahkan jemaah yang menggunakan kursi roda.

“Anggaran yang kita butuhkan mencapai Rp333,38 miliar. Ini memang jumlahnya sangat besar. Tetapi kan kita bangun bertahap selama 3 tahun. Kita optimis 3 tahun ke depan bisa selesai,” ungkap Rektor ITERA, Ofiyar Z. Tamin.

Tamin juga menjelaskan bahwa sumber dana pembangunan masjid akan digabung dari APBD Kabupaten/kota, APBD provinsi dan juga APBN.

“Pembangunan masjid ini bukan hanya tanggnungjawab Itera, tetapi harus menjadi tanggungjawab bersama, mulai dari Pemkab, Pemprov hingga pemerintah pusat” kata Zulkifli.

“Lampung ada 15 kabupaten/kota. Kalau dikali 2 miliar per kabupaten sudah 30 miliar, dari provinsi 50 miliar kan sudah lumayan. Tinggal penambahan dari pusat,” katanya. (*)



Dibaca 1132 x
Please Share:
Previous Roy Suryo Dibully Netizen karena Blunder dengan Twitnya yang tidak Akurat
Next Warga Dunia Lebih Menginginkan Patung Lilin Jokowi daripada Hillary atau Messi

You might also like

Infrastruktur

Pilihan Akses Menuju ke Lampung Bisa Melalui Udara, Darat, atau Laut

Akses ke Lampung sangat lengkap. Sebagai wisatawan, Anda bisa pilih jalur darat, laut, atapun udara. Jika jalur udara, maka pintu masuk ke Lampung adalah Bandara Radin Inten II yang berada

Sosial

Kisah Nyata Bagaimana Paham Radikal Menyelusup di Tengah Keluarga dan Teman

Kisah-kisah berikut ini nyata, saya kumpulkan dari teman-teman yang nyata. Semoga kita, terutama para orang tua, bisa mengambil hikmah dan menjaga anak-anak kita baik-baik. Ibu I, suatu hari mengecek sebuah

Sosmed

Mengenal Sharia123.com, Portal Properti Syariah Pertama di Indonesia

Kebutuhan rumah adalah kebutuhan dasar bagi setiap manusia, kebutuhan untuk tempat tinggal keluarga. Tetapi harga tanah yang terus naik membuat harga rumah juga ikut naik, dan ini terus terjadi setiap

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!