Situasi Indonesia Mirip Bangladesh, Radikalisme Subur karena Rakyat Apatis

Situasi Indonesia Mirip Bangladesh, Radikalisme Subur karena Rakyat Apatis

Pada bulan Maret 2013, Hefazat e Islam, Bangladesh, sebuah kelompok fundamentalis garis keras mengorganisir demonstrasi besar-besaran di Dhakka menuntut hukuman berat terhadap orang-orang yang melawan bangkitnya Politik Islam di Bangladesh.

Tuntutan mereka diabaikan oleh pemerintah.

Mirip seperti Indonesia, Bangladesh adalah negara yang secara resmi sekuler, namun lebih dari 90% dari 160 juta penduduknya adalah Muslim.

Pertengahan 2013 sebuah kelompok yang menamakan dirinya “Islamic Defender” merilis sebuah daftar berisi nama 84 orang. Sebagian besar adalah Penulis, Blogger, dan Publisher dari berbagai kalangan termasuk sekuler, liberal dan golongan minoritas.

Mereka melabeli nama-nama di dalam daftar tersebut sebagai Atheis dan menuntut nama-nama tersebut dihukum berat karena telah membuat Pernyataan yang Menghina Islam dan Nabi Muhammad.

Tidak butuh waktu lama sampai daftar ini digunakan oleh berbagai kelompok Radikal sebagai justifikasi melakukan Pembunuhan.

Sebagian besar pembantaian dilakukan oleh kelompok yang menamakan dirinya Ansarullah Bangla Team.

Pemerintah Bangladesh dikritik karena lamban merespon berbagai serangan tersebut, termasuk malah memenjarakan beberapa Blogger karena diduga melakukan Penistaan agama.

Pembunuhan berencana ini terus berlanjut selama hampir 3 tahun hingga akhirnya pemerintah mengambil tindakan keras. Bulan Juni 2016, lebih dari 11.000 orang ditangkap dalam waktu kurang dari seminggu.

Dari 84 nama yang ada dalam daftar maut tersebut, total 48 orang Tewas Mengenaskan. Kebanyakan dibacok secara beramai-ramai.

Salah satunya, pembunuhan Nazimuddin Samad, seorang mahasiswa, pada awal April 2016.

Ia tewas dibacok berkali-kali menggunakan parang di perempatan jalan dekat rumahnya, sebelum kemudian ditembak hanya karena menulis tulisan Satire di akun Facebook-nya.

Majelis Ulama Bangladesh akhirnya mengeluarkan Fatwa pada 14 Juni 2016, yang memutuskan bahwa pembunuhan “non-Muslim, minoritas dan aktivis sekuler” …dilarang dalam Islam.

Jangan biarkan negeri ini mengulangi kesalahan yang sama seperti Bangladesh.



Dibaca 1773 x
Please Share:
Previous Inilah Makna Warna Lampu Rotator dan Siapa Saja Yang Berhak Memakainya
Next Video: Mengenal Afi Nihaya Faradisa, Remaja Desa Yosomulyo, Banyuwangi

You might also like

Sosial 0 Comments

Anda Ragu e-KTP Anda Valid atau Palsu? Ini Dia Website untuk Cek e-KTP Anda

Mungkin ada diantara Anda yang selama ini sudah memegang KTP tetapi ternyata nama Anda belum tercantum di database nasional. Atau Anda punya KTP tetapi ragu apakah KTP yang ada di

Kriminal 0 Comments

Saat Iman dan Akal Sehat Dimanipulasi untuk Menyebar Kebencian

Menolak reklamasi Teluk Jakarta? Saya menolak. Alasan saya, soal lingkungan. Bagaimanapun juga, pengubahan lingkungan secara radikal akan mengubah ekosistem. Meski ada perhitungan begini dan begitu, tetap saja ada hal yang

Sosmed 0 Comments

Afi Nihaya Faradisa, Suara dari Gunung Es Silent Majority Generasi Muda NKRI

Hari-hari ini dunia sosial media diramaikan oleh viral tulisan yang berjudul “WARISAN”. Meski judulnya sederhana, tulisan yang diunggah di wall facebook itu menghentak jagat maya. Kekagetan warganet dipicu oleh isi

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply