Ternyata Adik Kandung Haji Agus Salim dan Buya HAMKA Seorang Pendeta

Ternyata Adik Kandung Haji Agus Salim dan Buya HAMKA Seorang Pendeta

Kisah dua keluarga yang mirip Andi Analta Amir (anak dari Andi Baso Amir) dan ayah Ahok (Indra Tjahaja Purnama) bukan cerita baru di Indonesia. Cerita soal persaudaraan, baik sedarah maupun yang tidak sedarah, namun berbeda agama sudah ada sejak dulu. Selain Ahok dan Andi Analta Amir yang saudara angkat, ada keluarga besar lain yang berwarna-warni: kakek beragama Budha, orangtua Katolik, kakak-beradik berbeda agama, dan seterusnya.

Contohnya adalah tokoh pergerakan Islam asal Minangkabau, Haji Agus Salim. Lelaki yang dijuluki The Grand Old Man ini mempunyai adik beragama Kristen, yakni Chalid Salim. Setelah Pemberontakan PKI 1926, sang adik yang dianggap aktivis komunis itu dibuang ke Boven Digoel. Masa-masa pembuangannya itu didokumentasikan dalam buku Lima Belas Tahun Digul, Kamp Konsentrasi di Nieuw Guinea, Tempat Persemaian Kemerdekaan Indonesia (1977).

Agus Salim, yang merupakan lulusan terbaik SMA se-Hindia Belanda, sepulang dari Jeddah, bergabung dengan Sarekat Islam. Dia pula yang ikut membersihkan SI dari unsur-unsur komunis, termasuk adiknya yang komunis, yang bekerja sebagai wartawan sebelum dibuang ke Digoel. Chalid yang seperti abangnya dibesarkan dengan ajaran Islam, sempat menjadi ateis.

Tapi di Digoel, Chalid menemukan dirinya sebagai Katolik. Dengan segala risiko dia memilih jalan sebagai pengikut Kristus. Perkenalannya dengan Soekardjo Prawirojoedo, pelaku pemberontakan Zeven Provincien, membuatnya mengenal ajaran Katolik Roma. Semangatnya untuk menjadi umat Katolik dibarengi dengan belajar Katekismus. Sehari setelah Natal 1942, oleh Pastur Mauwese, Chalid dibaptis dengan nama Ignatius Franciscus Michael Chalid Salim.

Dari Boven Digoel, Chalid diungsikan ke Australia. Sementara abangnya di Jawa sepanjang pendudukan balatentara Jepang di Indonesia. Mereka kemudian bertemu di Negeri Belanda. Agus Salim, yang belakangan tahu adiknya telah menjadi Katolik tak merasa sedih. Dia menganggap menjadi penganut Katolik lebih baik tinimbang jadi ateis. Agus Salim bersyukur, adiknya masih beriman kepada Tuhan.

“Aku bersyukur bahwa Anda akhirnya percaya pula kepada Tuhan. Dan pilihanmu tentu sudah menjadi takdir Illahi,” kata Agus Salim kepada Chalid.

Tak hanya tokoh Islam Minang macam Agus Salim saja yang punya adik Kristen. Haji Abdul Malik Karim Amrullah yang dikenal sebagai Buya Hamka juga punya adik yang belakangan menjadi Kristen. Abdul Wadud Karim Amrullah, begitu nama asli sang adik sebelum dikenal sebagai pendeta dengan nama Willy Amrull.

Umur Abdul Wadud dan Hamka terpaut sekitar 19 tahun. Sejak muda, sang adik sudah berkelana ke Eropa dan Amerika. Saat ke luar negeri pada 1947, Wadud masih beragama Islam. Di Amerika, Wadud menikahi perempuan Indo bernama Vera Ellen George yang jadi mualaf ketika mereka menikah di tahun 1970. Wadud selama bertahun-tahun juga aktif dalam kegiatan Islamic Center di Long Angeles. Tahun 1977, bersama keluarganya dia pindah ke Jakarta.

Wadud kemudian sempat bekerja di biro perjalanan Pacto milik Hasjim Ning di Denpasar. Di Bali, Wadud dan istrinya memiliki toko yang sering mengalami kecurian. Keluarga Wadud kemudian mengalami goncangan. Vera kemudian memeluk agama Kristen lagi. Wadud sendiri akhirnya masuk Kristen juga. Dia dibaptis pada Februari 1983 oleh Pendeta Gereja Baptis Gerard Pinkston di Kebayoran Baru, hampir dua tahun setelah Buya Hamka meninggal dunia 24 Juli 1981.

Tak lama setelah dibaptis, Wadud pun jadi pendeta di Gereja Pekabaran Injil Indonesia (GPII) di California. Namanya kemudian dikenal sebagai Willy Amrull. Nama belakangnya dekat dengan nama Amrullah. Sebagai pendeta, Willy Amrull pernah terlibat penginjilan di Sumatra Barat.

Kisah hidup Willy alias Wadud itu ditulis dalam autobiografinya Dari Subuh hingga Malam: Perjalanan Seorang Putra Minang Mencari Jalan Kebenaran (2011) yang diterbitkan BPK Gunung Mulia Jakarta. Dalam autobiografinya itu, tidak dijelaskan bagaimana keluarga besarnya di Maninjau bereaksi atas pilihannya menjadi pengikut Kristen, dua tahun setelah Hamka meninggal. (Sumber: Tirto.id)

Baca: Willy Amrull, adik Buya HAMKA, yang jadi Pendeta

Baca: Adik Kandung Haji Agus Salim seorang Pendeta



Dibaca 1508 x
Please Share:
Previous Video: Mengenal Afi Nihaya Faradisa, Remaja Desa Yosomulyo, Banyuwangi
Next Ini Jawaban Mengapa Jokowi Membiarkan Anaknya Berbisnis Sendiri

You might also like

Sosok

Profil Nara Masista, Diplomat Muda Indonesia Pemberani di Sidang Umum PBB

Nama Nara Rakhmatia Masista (34) minggu ini menjadi perbincangan dunia lantaran diplomat muda Indonesia ini menyampaikan pidato yang sangat tajam di Sidang Umum PBB yang diadakan di New York, Amerika Serikat

Sosok

Video: Wawancara Politik Tsamara Amany dengan Wimar Witoelar

Tsamara Amany menjawab tantangan Wimar Witoelar untuk berdebat tentang kondisi sosial-politik. Setelah “dikuliti” pengetahuannya oleh Wimar, Tsamara mengumumkan bahwa dirinya resmi bergabung bersama PSI sebagai ketua DPP PSI Bidang Eksternal.

Sosok

Khofifah Indar Parawansa Jadi Tokoh Inspirasi Muslimah Indonesia 2016

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dinobatkan sebagai tokoh inspirasi muslimah Indonesia. Anugerah ini diberikan oleh komunitas hijaber karena Khofifah dinilai memberikan inspirasi bagi para muslimah di Tanah Air. Penobatan dilakukan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!