Ternyata Orang Yang Rasis dan Suka Berburuk Sangka Ber-IQ Rendah

Ternyata Orang Yang Rasis dan Suka Berburuk Sangka Ber-IQ Rendah

Sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh ahli kejiwaan Gordon Hodson dari Brock University, Ontario, Kanada, menunjukkan, ternyata sikap rasis seseorang berhubungan dengan tingkat intelektualitasnya. Hodson menyatakan bahwa orang yang memiliki IQ rendah cenderung untuk bersikap rasis dan berprasangka buruk pada orang lain.

“Orang dengan intelejensi rendah cenderung bersikap reaktif terhadap sesuatu dinilai berbeda dengan pandangan konservatif yang dianutnya,” tulis Hodson dalam email yang dikirimkan kepada laman khusus ilmu pengetahuan, livescience.com, Jumat (27/1/12).

Meskipun demikian, Hodson mengakui bahwa sikap prasangka buruk itu sangat kompleks, sehingga munculnya sikap itu juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya. Sementara itu, studi sebelumnya juga menunjukkan hal serupa bahwa sikap prasangka buruk seseorang terkait dengan tingkat pendidikannya.

Hal ini yang membuat Hodson menyebutkan bahwa hasil penelitiannya ini berkorelasi dengan temuan sebelumnya. Akan tetapi, peneliti lainnya Brian Nosek dari University of Virginia mengkritik hasil penelitian Hodson. Dia menilai, Hodson hanya memfokuskan pada faktor sosial-kognitif. Menurut Nosek, masih ada sejumlah variable lainnya yang juga  menyebabkan seseorang bersikap rasis dan mudah berburuk sangka.

Sumber: pikiran-rakyat.com



Dibaca 935 x
Please Share:
Previous Ada Aplikasi Pintar, Ahok Tidak Perlu Repot Sidak di Hari Pertama Usai Libur Lebaran
Next Portugal Juarai Piala Eropa 2016 Bersama Ronaldo yang Bertabur Rekor Bintang

You might also like

Politik

Memahami Lebih Dalam apakah HTI itu Wahabi, Salafi atau PKS

Oleh: Jihan Davincka Di kuartal terakhir tahun 2016 kemarin, Tunisia mengeluarkan perintah resmi melarang gerakan radikal Hizbut Tahrir dengan tuduhan “merusak ketertiban umum”. Sudah bertahun-tahun pemerintah Tunisia memperjuangkan undang-undang ini

Opini

Perlu Perspektif yang Komprehensif agar Islam tidak Dilihat Sekedar sebagai Doktrin

Tidak Cukup Memahami Islam sebagai Doktrin Oleh: Nadirsyah Hosen “Islam yang dipahami sebagai doktrin semata akan terasa kering dari berbagai disiplin ilmu. Islam yang melulu diajarkan dalam bentuk doktrin akan

Isu

Apakah Tito Karnavian Punya Nyali untuk Mereformasi Polri yang Penuh Mafia?

Muda, berprestasi, dan memiliki latar belakang akademik tinggi menjadi modal Komisaris Jenderal Muhammad Tito Karnavian sebagai Kepala Kepolisian Negara RI ke-23. Tiga modal itu menghadirkan harapan baru bagi publik atas

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!