Usaha Menggarap Festival Krakatau XXVIII sebagai Festival Berkelas Dunia

Usaha Menggarap Festival Krakatau XXVIII sebagai Festival Berkelas Dunia

Momen besar Festival Krakatau yang diadakan setiap tahun mulai dirasa monoton dan kurang berdampak. Pasalnya, festival ini selama ini hanya ditonton oleh sebagian kecil kalangan atau masyarakat lokal lampung dan menampilkan atraksi yang begitu-begitu saja.

Festival Krakatau kurang menggaung ke kancah dunia dan dampaknya terhadap dunia pariwisata Lampung, sebagai tujuan utama diselenggarakannya festival ini, belum signifikan. Sebenarnya Pemda Lampung menyadari akan hal ini, tetapi selama ini belum ada aksi yang riil untuk membuat Festival Krakatau menjadi lebih greget.

Menagaca pada festival-festival yang diselenggarakan di daerah lain, seperti di Banyuwangi, di Jember, di Bandung atau di Purwakarta; festival-festival tersebut gaungnya mendunia dan mampu mendongkrak sektor pariwisata secara signifikan. Pemda Lampung harus belajar dari kesuksesan festival-festival tersebut.

Masyarakat Lampung juga menginginkan dan merindukan adanya Festival Krakatau (FK) yang gegap gempitanya dinikmati oleh turis nusantara dan mancanegara. Bukan sekedar festival yang sekedar agenda rutin dan seremonial. Apalagi brand Krakatau sebenarnya sudah sangat terkenal, tinggal pengemasannya saja.

FK2016Oleh karena itu, FK ke-XXVIII Tahun 2016 Pemda Lampung mulai mencoba menjadikan Festival Krakatau sebagai aset atraksi dan agenda wisata yang mendunia.

Ditunjuknya Oleh PT. Dyandra Media Internasional Tbk menjadi event organizer (EO) Festival Krakatau tahun ini mengisyaratkan adanya penanganan yang lebih serius tersebut sehingga event ini mampu mendongkrak kemajuan dunia pariwisata Provonsi Lampung.

Dengan tema Lampung The Treasure of Sumatera, FK ke XXVIII 2016 adalah momen kebangkitan FK dari kemonotonan sekaligus memboost branding Lampung sebagai salah satu tujuan wisata terbaik di pulau Sumatera dan di Indonesia. Sebuah tema yang pas dan tepat karena disitu ada spirit pride terhadap daerah Lampung.

Harapan tersebut seperti coba dijawab melalui rundown acara dalam Festival Krakatau ke-XXVIII Tahun 2016 ini:

  1. Jelajah Pasar Seni. Acara ini akan digelar di Mal Boemi Kedaton, 24-28 Agustus 2016 yang akan diisi dengan pameran UMKM, pameran foto bawah air, dan obyek wisata Lampung. Lalu dilanjutkan fashion show, pertunjukkan musik akustik, talkshow, dan seminar usaha kreatif.
  2. Jelajah Layang-layang yang akan dipusatkan di PKOR Way Halim, 25-26 Agustus 2016. Pada gelaran ini akan dirangkai berbagai event seperti festival, workshop layang-layang, dan lomba foto amatir. Adapun target peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Lampung, Bali, DIY, dan NTB serta dari Malaysia, Singapura, dan Perancis.
  3. Jelajah Rasa atau Festival Kuliner. Acaranya sendiri akan dipusatkan di Lapangan Korem, Enggal, 26-28 Agustus 2016 dan diisi dengan bazar kuliner serta aneka permainan anak. Untuk pesertanya ada delapan food truck dari Jakarta dan Lampung.
  4. Jelajah Krakatau, yang merupakan acara puncak dari kegiatan. Acaranya akan digelar pada 27 Agustus 2016. Tour menjelajahi Gunung Anak Krakatau ini akan dilakukan menggunakan kapal nelayan. Sebelum berangkat, akan dilaksanakan acara ”Ngumbai Lawok” yang dimeriakan puluhan perahu hias.
  5. Jelajah Semarak Budaya atau LAMPUNG CULTURE & TAPIS CARNIVAL, sebagai puncak penutup dari rangkaian FK. Kegiatannya akan dipusatkan di Tugu Adipura, Bandar Lampung, 28 Agustus 2016. Acara akan diisi dengan parade yang menampilkan kekayaan budaya Lampung dan Nusantara dengan tema “ Topeng Lampung”. Akan ada  pelepasan seribu balon, dan pemakaian topeng terbanyak yang rencananya akan dicatat di Rekor Muri.

Festival Krakatau XXVII tahun ini secara tidak langsung, dari sisi marketing, juga mendapat bonus dari penyelenggaraan Olimpiade Olahraga Rio de Jenairo, dimana dalam event Olimpiade ini busana tradisional Lampung, Tapis dan Siger, menjadi busana resmi atlet dalam defile. Karena Tapis dan Siger, kontingen defile Indonesia mendapat apresiasi yang sangat luar biasa dari warga dunia. Bahkan busana tersebut ditahbiskan sebagai busana defile terbaik.

olimpiade1

 

Save

Save

Save

Save

Save

Save



Dibaca 1030 x
Please Share:
Previous Jokowi: Pramuka Harus Memaksimalkan Sosmed untuk Menyebar Virus Pramuka
Next Selain Tarian Kolosal, Ada Slank, Raisa dan Nidji di HUT RI 71 di Istana Merdeka

You might also like

Wisata

Tempat Recommended untuk Berburu Kuliner Ajib di Kota Bandar Lampung

Jalan-jalan ke suatu kota atau daerah tanpa berburu kuliner (wisata kuliner) rasanya kurang afdol. Bila kita sedang berada di Bandar Lampung, berikut ini adalah tempat-tempat kuliner yang very recommended untuk

Kabar Kota Metro

Berwisata ke Metro, Lampung: Kota Kecil yang Nyaman, Indah, Bersih dan Menyenangkan

Kota kecil yang terletak di tengah-tengah Provinsi Lampung ini, adalah tempat yang layak kalian kunjungi jika sedang berlibur di Lampung. Memang kota ini enggak ada pantai, gunung, mall, dufan dan

Wisata

Pemilihan “Muli – Mekhanai” Lampung 2016 dan Putri Indonesia 2017

Kontes pencarian pemuda dan pemudi Lampung “Muli – Mekhanai” tahun 2016 kembali dihelat. Kontes ini juga sekaligus menyeleksi peserta yang bisa dipilih untuk mewakili Provinsi Lampung pada kontes ratu kecantikan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!