Video: Wawancara Politik Tsamara Amany dengan Wimar Witoelar

Video: Wawancara Politik Tsamara Amany dengan Wimar Witoelar

Tsamara Amany menjawab tantangan Wimar Witoelar untuk berdebat tentang kondisi sosial-politik. Setelah “dikuliti” pengetahuannya oleh Wimar, Tsamara mengumumkan bahwa dirinya resmi bergabung bersama PSI sebagai ketua DPP PSI Bidang Eksternal.

Pernyataan ini disambut meriah oleh media dan percakapan media sosial hingga tagar #TsamaraGabungPSI menjadi Trending Topic.

Namanya Tsamara Amany Alatas. Dia anak muda Indonesia, 19 tahun, kuliah di Universitas Paramadina, keturunan Arab.
Dia relawan pendukung Ahok.
Saya memperoleh teks penuturan Tsamara tentang mengapa ia mendukung Ahok dari seorang teman FB.
Berikut ini penuturannya.

‘Saya keturunan Arab, saya dukung Ahok’

“Terlepas saya keturunan Arab, saya adalah warga negara Indonesia, begitu juga dengan Pak Ahok. Terlepas dari latar belakangnya yang keturunan Tionghoa, saya mendukung Pak Ahok karena dia memiliki integritas, bersih, berani, dan memiliki program-program yang membantu kesejahteraan warga Jakarta,.

Saya rasa sudah tidak perlu dimasalahkan lagi latar belakang etnisnya, agamanya, sukunya, atau parasnya.

Karena kita semua warga negara Indonesia, dan dasar negara kita adalah Pancasila. Kita sudah melupakan soal suku, agama, etnis, golongan.

Yang tersisa adalah bahwa kita adalah sama-sama warga negara Indonesia.

Tentu saja, di kalangan komunitas Arab, sepertinya ada perasaan syok: Kenapa keturunan Arab mau memilih seorang etnis Tionghoa.

Di sini kita harus memiliki keterbukaan pikiran. Kita, sebagai anak muda, harus berani meninggalkan fanatisme buta atas golongan.

Ini tidak berarti saya meninggalkan kecintaan saya sebagai keturunan Arab. Tapi, tetap saja, harus diingat bahwa kita lahir di bumi Indonesia. Kedudukan kita sama dengan etnis lainnya.

Jadi tidak penting lagi membicarakan lagi apakah saya beretnis Arab, Tionghoa, India.

Tentang adanya imej yang mengaitkan komunitas keturunan Arab dengan gerakan kekerasan atas nama agama, saya kira itu stereo type. Kasus seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia.

Jika pun ada, itu oknum yang mengatasnamakan orang-orang Arab. Saya yakin, mayoritas keturunan arab di Indonesia menolak adanya terorisme seperti ISIS atau al-Qaidah.

Kebanyakan dari mereka (sebagian) sejalan dengan NU, karena mazhabnya sama. Jadi menurut saya itu adalah orang-orang tertentu yang memperburuk citra orang Arab sehingga digeneralisasi seolah-olah seluruh Arab sama.

Padahal, sejujurnya, setiap etnis, golongan, selalu ada oknum yang tidak bertanggungjawab.

Memang di kalangan Arab, ada yang mengatakan, perempuan dilarang keluar rumah. Tapi sekarang zaman sudah berubah. Islam itu agama dinamis.

Saya adalah orang Arab yang terbuka, bisa pergi kemana saja, dan di sisi lain saya tidak meninggalkan keluarga.

Soal pernikahan sesama golongan, sah saja, tetapi ini tidak berarti kemudian anti terhadap golongan lain.”



Dibaca 634 x
Please Share:
Previous Video, Kapolri: Pemerintah Akan Segera Membubarkan HTI Secara Permanen
Next Eco-Tour Riding on Elephant in Way Kambas National Park, Lampung

You might also like

Hukum

Confirmed, Police Chief General Prohibits Jakarta’s Main Roads for Dec. 2 Rally

The National Police is set to make an announcement that prohibits participants of a planned rally organized by the National Movement to Save the Indonesian Ulema Council’s Edicts (GNPF-MUI) for

Lifestyle

Siapa Sebenarnya Larissa Chou, Gadis Tionghoa Menantu Arifin Ilham

Nama lengkapnya Larissa Chou, wanita kelahiran Cirebon, 23 April 1996. Ia memang masih tergolong muda, tapi ia mempunyai pendirian yang kuat melebihi orang seusianya. Apa yang ia yakini benar akan

Politik

Simak Baik-baik Video ini dan Anda akan Paham Siapa di Belakang ISIS

Berita ISIS dan seputar informasi ISIS terkini masih saja menjadi pembicaraan hangat. Pertanyaan siapakah dibalik ISIS dan Apakah itu ISIS menjadi pertanyaan yang paling lazim dilontarkan, berikut ini ini mengenai

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!