WeVote.id Terpanggil untuk Ikut Menetralisir Berkembangnya Politik SARA

WeVote.id Terpanggil untuk Ikut Menetralisir Berkembangnya Politik SARA

Menjelang tahun politik 2018 dan 2019, kesadaran berpolitik, terutama bagi pemilih pemula, perlu terus diaktualisasikan melalui pembelajaran baik melalui media maupun dengan melibatkan para pemilih secara langsung. Hal ini tetap urgent karena mereka merupakan sasaran potensial bagi partai dan politisi untuk mendulang suara.

Pendidikan politik tersebut penting karena pemilih pemula yang baru pertama kali menggunakan hak pilihnya masih belum memiliki fanatisme; selain itu, jangkauan politik mereka masih luas untuk menentukan ke mana suara mereka akan dijatuhkan (Adi Swaryati, 2011).

Upaya membangun kesadaran kepada para pemilih dan para pemilih pemula untuk berpolitik cerdas dan rasional dalam mengambil keputusan dan penggunaan hak politik akan berdampak pada kualitas demokrasi itu sendiri.

Dalam setiap pemilu, jumlah pemilih pemula kira-kira ada 20 – 30% dari keseluruhan jumlah pemilih dalam pemilu. Pada Pemilu 2004, jumlah pemilih pemula sekitar 27 juta dari 147 juta pemilih. Pada Pemilu 2009 naik menjadi sekitar 36 juta pemilih dari 171 juta pemilih.

Sementara menurut data BPS (2010), jumlah penduduk usia 15 – 19 tahun sebanyak 20.871.086 orang, usia 20 – 24 tahun sebanyak 19.878.417 orang.

Jumlah pemilih pemula yang sangat besar tersebut tentu memiliki nilai strategis dalam menentukan kemenangan partai politik atau kandidat tertentu yang berkompetisi dalam pemilihan umum. Itulah sebabnya, dalam setiap pemilu, pemilih pemula menjadi rebutan berbagai kekuatan politik.

WeVote.id

Merujuk pada kenyataan itu pula, platform WeVote.id dibangun dan dikembangkan dengan misi ikut ambil bagian secara aktif membangun kecerdasan berpolitik dan berdemokrasi sehingga bermartabat, beradab dan bebas dari intrik SARA .

Fenomena miring yang berkembang akhir-akhir ini di dunia politik dimana isu SARA menjadi jualan utama para politisi dan partai politik tentu sangat meresahkan. Bila perilaku politik seperti ini terus berlangsung dan mendapat pembiaran, demokrasi yang seharusnya menjadi sarana berkompetisi secara fair untuk memilih dan dipilih akan berubah menjadi ajang “pembantaian” dan “pertumpahan darah” antar partai atau antar politisi.

WeVote.id tidak ingin melihat “bom waktu” tersebut meledak dimasa yang akan datang karena dampaknya pasti sangat mengerikan terhadap keberlangsungan NKRI. Oleh karena itu, WeVote.id bertekad untuk ikut menetralisir dengan cara menyebarkan “virus-virus” tentang pentingnya berdemokrasi yang cerdas dan berkualitas. “Kita memilih untuk Indonesia, bukan untuk yang lain”.

WeVote.id tentu tidak mampu bekerja sendirian untuk itu; oleh karena itu, WeVote.id mengajak semua lapisan masyarakat untuk ikut bergabung bersama WeVote.id “meneriakkan” kepada para politisi dan partai peserta pemilu  untuk bermin fair dalam berdemokrasi dengan cara menjual program, bukan menjual SARA.

Kunjungi situs WeVote.id, daftarkan diri Anda untuk menjadi bagian dari kampanye “Demokrasi yang bermartabat”, like WeVote.id facebok page, instagramtwitter atau Linkedin.

WeVote.id melihat bahwa memaksimalkan penggunaan media online dan sosial media untuk menyebarkan “virus” demokrasi Pancasila  kepada para pemilih, terutama kelompok generasi milenial yang sangat akrab dengan IT dan gadget adalah cara yang paling efektif. WeVote.id, We Vote Indonesia!



Dibaca 3202 x
Please Share:
Previous Ratusan Orang Tertipu Developer Bodong, Kerugian Capai 4 M
Next Nomor Hotline Penting untuk Bantuan Cepat & Panggilan Gawat Darurat

You might also like

Politik 0 Comments

Perkembangan Baru Tragedi 9/11, Kini Warga Amerika Bisa Gugat Arab Saudi

Kongres AS telah mengesahkan RUU yang memungkinkan keluarga korban serangan 9/11 atau nine eleven untuk menuntut pemerintah Arab Saudi untuk dugaan keterlibatan para pejabatnya. Pemungutan suara Kongres AS untuk RUU

Sosial 0 Comments

Situasi Indonesia Mirip Bangladesh, Radikalisme Subur karena Rakyat Apatis

Pada bulan Maret 2013, Hefazat e Islam, Bangladesh, sebuah kelompok fundamentalis garis keras mengorganisir demonstrasi besar-besaran di Dhakka menuntut hukuman berat terhadap orang-orang yang melawan bangkitnya Politik Islam di Bangladesh.

Komunitas 0 Comments

Ridho Ficardo Hadiri “Temu Kangen” Warga Asal Lampung di TMII Jakarta

Gubernur Lampung Ridho Ficardo menghadiri Silahturahmi dan Halal bi Halal dengan masyarakat Lampung yang berada di Jakarta. Acara ini dilaksanakan di Anjungan Provinsi Lampung TMII Jakarta, Minggu, 07 Agustus 2016.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply